Nasehat Hasan al-Bashri Kepada Umar bin Abdul Aziz

Nasehat Hasan al-Bashri Kepada Umar bin Abdul Aziz - Berikut ini adalah nasehat al-Hasan al-Bashri kepada Umar bin Abdul Aziz, salah seorang khalifah yang shaleh dari Bani Umayyah. Al-Hasan menasihati beliau tentang hakikat dunia, karena bisa jadi seseorang yang shaleh pun tergelincir ketika memegang kekuasaan tertinggi dan dia membutuhkan nasihat yang mengingatkannya. Apalagi jabatan yang dipegang oleh Umar adalah jabatan yang sangat besar, karena ia adalah salah satu raja yang memegang wilayah terbesar di dunia. Godaan, ambisi, fitnah dunia, dan keinginan untuk menikmatinya bisa saja muncul kala itu.


Al-Hasan al-Bashri menulis surat kepada Umar bin Abdul Aziz, isi surat tersebut menjelaskan tentang hakikat dunia. Teks surat tersebut adalah sebagai berikut:

Amma ba’du.. Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya dunia adalah rumah persinggahan dan perpindahan bukan rumah tinggal selamanya.


Adam diturunkan ke dunia dari surga sebagai hukuman atasnya, maka berhati-hatilah. Sesungguhnya orang yang berhasrat kepada dunia akan meninggalkannya, orang yang kaya di dunia adalah orang yang miskin (dibanding akhirat), penduduk dunia yang berbahagia adalah orang yang tidak berlebih-lebihan di dalamnya. Jika orang yang berakal lagi cerdik mencermatinya, maka dia melihatnya menghinakan orang yang memuliakannya, mencerai-beraikan orang yang mengumpulkannya. Dunia layaknya racun, siapa yang tidak mengetahuinya akan memakannya, siapa yang tidak mengetahuinya akan berambisi kepadanya, padahal, demi Allah itulah letak kebinasaannya.


Wahai Amirul Mukminin, jadilah seperti orang yang tengah mengobati lukanya, dia menahan pedih sesaat karena dia tidak ingin memikul penderitaan panjang. Bersabar di atas penderitaan dunia lebih ringan daripada memikul ujiannya. Orang yang cerdas adalah orang yang berhati-hati terhadap godaan dunia. Dunia seperti pengantin, mata-mata melihat kepadanya, hati terjerat dengannya, pada dia, demi Dzat yang mengutus Muhammad dengan kebenaran, adalah pembunuh bagi siapa yang menikahinya.


Wahai Amirul Mukminin, berhati-hatilah terhadap perangkap kebinasaannya, waspadailah keburukannya. Kemakmurannya bersambung dengan kesengsaraan dan penderitaan, kelanggengan membawa kepada kebinasaan dan kefanaan. Ketahuilah wahai Amirul Mukminin, bahwa angan-angannya palsu, harapannya batil, kejernihannya keruh, kehidupannya penderitaan, orang yang meninggalkannya adalah orang yang dibimbing taufik, dan orang yang berpegang padanya adalaah celaka lago tenggelam. Orang yang cerdik lagi pandai adalah orang yang takut kepada apa yang dijadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menimbulkan rasa takut, mewaspadai apa yang Allah telah peringatkan, berlari meninggalkan rumah fana kepada rumah yang abadi, keyakinan ini akan sangat terasa ketika kematian menjelang.


Dunia wahai Amirul Mukminin, adalah rumah hukuman, siapa yag tidak berakal mengumpulkan untuknya, siapa yang tidak berilmu tentangnya akan terkecoh, sementara orang yang tegas lagi berakal adalah orang yang hidup di dunia seperti orang yang mengobati sakitnya, dia menahan diri dari pahitnya obat karena dia berharap kesembuhan, dia takut kepada buruknya akibat di akhirat.


Dunia wahai Amirul Mukminin, demi Allah hanya mimpi, sedangkan akhirat adalah nyata, di antara keduanya adalah kematian. Para hamba berada dalam mimpi yang melenakan, sesungguhnya aku berkata kepadamu wahai Amirul Mukminin apa yang dikatakan oleh seorang laki-laki bijak,


‘Jika kamu selamat, maka kamu selamat dari huru-hara besar itu. Jika tidak, maka aku tidak mengira dirimu akan selamat’.

Ketika surat al-Hasan al-Bashri ini sampai ke tangan Umar bin Abdul Aziz, beliau menangis sesenggukan sehingga orang-orang yang ada di sekitarnya merasa kasihan kepadanya. Umar mengatakan, “Semoga Allah merahmati al-Hasan al-Bashri, beliau terus membangunkan kami dari tidur dan mengingatkan kami dari kelalaian. Sungguh sangat mengagumkan, beliau adalah laki-laki yang penuh kasih terhadap kami (pemimpin), beliau begitu tulus kepada kami. Beliau adalah seorang pemberi nasihat yang sangat jujur dan sangat fasih bahasanya.”

Umar bin Abdul Aziz membalas surat al-Hasan dengan mengatakan:

“Nasihat-nasihat Anda yang berharga telah sampai kepadaku, aku pun mengobati diriku dengan nasihat tersebut. Anda menjelaskan dunia dengan sifat-sifatnya yang hakiki, orang yang pintar adalah orang yang selalu berhati-hati terhadap dunia, seolah-olah penduduknya yang telah ditetapkan kematian sudah mati. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.”

Ketika balasan Umar sampai di tangan al-Hasan, beliau berkata, “Amirul Mukminin benar-benar mengagumkan, seorang laki-laki yang berkata benar dan menerima nasihat. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengagungkan nikmat dengan kepemimpinannya, merahmati umat dengan kekuasaannya, menjadikannya rahmat dan berkah.”

Al-Hasan al-Bashri menulis sedikit lagi pesan kepada Umar bin Abdul Aziz dengan mengatakan:

“Amma ba’du, sesungguhnya ketakutan besar dan perkara yang dicari ada di depanmu, dan engkau pasti akan menyaksikannya, selamat atau celaka.” (Az-Zuhd, al-Hasan al-Bashri, Hal.169).

Refrensi : Perjalanan Hidup Khalifah Yang Agung, Umar bin Abdul Aziz, Ulama dan Pemimpin Yang Adil ditulis oleh DR. Ali Muhammad ash-Shalabi. Diterbitkan oleh Darul Haq.

[Source Kisahmuslim.com with Posted by Aldiripani.com]

Pengertian, Cara Kerja dan Manfaat Firewall Windows

Pengertian, Cara Kerja dan Manfaat Firewall Windows - Untuk orang-orang yang suka browsing internet kemungkinan pernah mendengar istilah firewall. Terutama bagi karyawan yang di kantornya mempunyai jaringan komputer, untuk menghubungkan setiap komputer yang ada disana.

Firewall biasanya sudah terpasang pada windows secara default. Adapun sederhananya, Firewall artinya dinding.


Apa itu Firewall?

Firewall adalah sebuah aplikasi atau semacamnya yang berfungsi untuk mengtur lalu lintas pada jaringan komputer atau PC, sehingga akan melindungi komputer atau jaringan dari akses pihak lain (yang tidak memiliki hak untuk mengakses).

Komputer yang terhubung dengan internet secara otomatis akan memiliki alamat IP. Komputer bisa secara langsung terhubung pada jaringan internet, dengan menggunakan modem DSL, kabel telepon tanpa menggunakan router, atau yang sejenisnya.

Alamat IP komputer dapat diketahui bahkan diakses oleh seluruh orang yang terhubung dengan internet.

Setiap aplikasi, fitur, file atau yang lainnya di dalam komputer bisa terancam untuk diakses oleh pihak lain. Sehingga hal ini akan sangat membayakan data-data rahasia milik anda.

Disitulah peranan firewall yang sangat penting, firewall dapat mencegah atau memblok pengguna komputer lain untuk masuk (melalui jaringan Internet) ke dalam isi dari PC anda.

Karena jika mereka dapat masuk ke dalam jaringan lokal di dalam komputer anda. Apa yang akan terjadi? Mereka dapat dengan seenaknya untuk mengakses atau melihat isi di dalam komputer atau laptop anda.

Bahkan mereka dapat mencuri dan mengacak-acak data-data di dalam komputer.

Lebih bahayanya, hal ini terjadi dalam keadaan anda tidak mengetahui bahwa orang jahat di jaringan internet telah menyusup ke dalam komputer anda.

Itulah pentingnya kegunaan fitur firewall pada windows default. Dalam hal ini terdapat tiga jenis jaringan (opsi firewall) yang dapat anda setting seperti Home network, Work network atau Public network.

Jika anda memilih mode Home network maka firewall akan memperbolehkan semua jaringan mengakses komputer anda.

Jika anda memilih Public network maka firewall tidak memperbolehkan dan mencegah jaringan komputer lain untuk mengakses komputer anda.

Diperumpamakan Firewall ini seperti seorang bodyguard atau penjaga yang berada diantara jaringan internet dan komputer, sehingga firewall akan melindungi komputer dari berbagai serangan yang berasal dari jaringan internet.

Cara Kerja Firewall

Komputer mempunyai ribuan port yang bisa diakses untuk berbagai keperluan. Nah, dengan aktifnya fungsi firewall, maka firewall akan menutup port-port tersebut, kecuali beberapanya saja yang tetap terbuka.

Firewall berperan penting di garis pertahanan terdepan untuk memblokir segala usaha hacking yang dilakukan pihak lain, karenanya para hacker berusaha untuk mencari port yang terbuka untuk bisa menjebol keamanan jaringan.

Firewall bisa berupa perangkat keras maupun lunak, dimana fungsi firewall bisa sangat maksimal jika keduanya digunakan.

Selain bekerja untuk menjaga keamanan akses ke jaringan komputer, firewall juga menjaga keamanan akses remote ke jaringan privat melalui sertifikat keamanan otentikasi dan login (secure authentication certificates and logins).

Hardware firewall bisa Anda beli, pada router broadband biasanya ditemukan.

Teknologi firewall semakin berkembang, jika dulu cara kerja firewall adalah mem-filter lalu lintas jaringan yang memakai alamat IP, protokol dan nomor port, sekarang firewall memiliki teknologi untuk mem-filter data, salah satunya dapat mengidentifikasi isi konten.

Beberapa metode dalam kerjai firewall, yaitu :

  1. Proxy Server, memonitor paket data yang keluar-masuk, dan menyembunyikan informasi alamat jaringannya, sehingga mencegah ataupun meminimalisir resiko serangan dari luar.
  2. Circuit Level Gateway, mekanisme keamanan dari koneksi TCP atau UDP.
  3. Application Gateway, mekanisme keamanan untuk aplikasi khusus seperti Telnet dan FTP.
  4. Packet Filter, memonitor isi data dari paket yang keluar-masuk jaringan, serta melakukan filter berdasarkan aturan yang telah dikonfigurasikan sebelumnya.

Firewall akan melakukan pengontrolan pada paket data yang masuk. Firewall memilah-milah paket data yang akan diakses. Sehingga firewall mempunyai peran penting dalam pemblokiran konten-konten berbahaya.

Adapun peran firewall dalam melakukan proses autentifikasi pada akses di dalam jaringan, yang tentunya para pengguna tidaklah mau jika jaringan komputer dan komputer disalahgunakan oleh pihak lain. Keberadaan firewall akan memperkuat keamanan sistem melalui proses autentifikasi.

Proses autentifikasi adalah proses dimana pengguna akan diwajibkan untuk memberikan password yang telah diatur sebelumnya, ini sebagai syarat agar dapat mengakses jaringan. Jika proses autentifikasi gagal, maka dirinya tidak akan bisa mengakses jaringan itu.

Kegunaan Firewall

Menghindari Pembajakan Konten Melalui Jaringan (Hacking)

Menjadi problem yang besar saat ini yaitu pembajakan konten. Isi dari suatu PC memiliki resiko dibajak atau dihack. Firewall berperan penting dalam melindungi pengguna dari pembajakan konten ini.

Saat Anda menghidupkan koneksi PC ke jaringan atau internet, maka ada resiko bahwa pihak lain mengakses data-data milik Anda secara tidak sah. Sehingga, disinilah pentingnya penggunaan program firewall di komputer.

Mencegah Masuknya Program Berbahaya Seperti Virus Dan Malware

Virus dan malware adalah program berbahaya yang bisa merusak sistem PC. Saat seseorang secara tidak sengaja mengakses website yang ditanam virus, menyebabkan komputer bisa terserang virus atau program berbahaya lainnya.

Mengaktifkan firewall bisa membantu untuk menangkal program berbahaya, selain juga tentunya Anda harus menginstal dan mengaktifkan program antivirus.

Keberadaan virus dan malware akan mengganggu kinerja komputer, sehingga menimbulkan dampak buruk, salah satunya komputer menjadi lebih lambat.

Memblokir Konten Berbahaya

Dengan firewall, maka setiap konten yang dinilai berbahaya bisa Anda blokir secara mudah, Anda hanya perlu melakukan konfigurasi sebelumnya. Hal ini berguna agar Anda terhindari dari konten yang membahayakan.

Meningkatkan Efisiensi Karyawan / Staff di Kantor

Mungkin Anda heran dengan hal ini, tetapi manfaat firewall tentang hal ini ada benarnya. Beberapa riset telah menjelaskan bahwa tidak sedikit para pekerja atau karyawan mengabaikan pekerjaan di kantornya karena melakukan aktivitas browsing internet yang memakan banyak waktu.

Dengan penggunaan firewall, maka teknisi IT bisa melakukan pemblokiran terhadap konten atau hal-hal yang bisa menganggu fokus karyawan dalam bekerja. Karyawan tidak lagi bisa mengakses sesuatu hal yang menjauhkannya dari pekerjaan.

[Source Terus-tambah-pengetahuan.blogspot.com with Posted by Aldiripani.com]

Cara Membuat Perpustakaan Pribadi

Cara Membuat Perpustakaan Pribadi - Bukan rahasia umum lagi kalau budaya membaca kian merosot dari kurun waktu tertentu. Semakin tingginya teknologi mendorong kita semua terfokus dengan gadget dan aplikasi canggih lainnya dan buku, menjadi salah satu hal yang tertinggalkan. Sulitkah memunculkan kembali budaya membaca di keluarga kita? Jawabannya adalah tidak! Anda dapat menghadirkan budaya membaca di rumah anda. Salah satu caranya adalah dengan membuat perpustakaan mini di rumah.


Susah, ribet, tidak punya ruang lagi. Jangan takut! Menghadirkan nuansa perpustakaan di dalam rumah tidak sulit, lho. Dengan cara yang tepat, anda dapat mendapatkan perpustakaan sendiri di rumah minimalis sederhana dan modern milik anda. Berikut ini adalah tips cara membuat perpustakaan pribadi di rumah anda!

1. Koleksi Buku

Buku memiliki peran penting dalam perpustakaan. Tentu saja, karena buku merupakan sumber utama sebuah perpustakaan. Terkadang, kita tidak begitu mengetahui berapa jumlah koleksi buku yang kita miliki. Mengapa penting? Jumlah buku akan mempengaruhi sebesar apa perpustakaan yang anda butuhkan. Jika buku terlampau banyak, maka anda perlu menyiasatinya.

2. Lokasi Perpustakaan

Ketika anda sudah mengetahui berapa banyak buku yang anda miliki, hal yang akan dilakukan selanjutnya adalah menentukan bagian mana yang akan dijadikan sebagai perpustakaan. Jika rumah anda sangat besar dan banyak ruang kosong, anda dapat menyediakan satu ruangan khusus dengan besaran yang cukup untuk dijadikan perpustakaan. Besaran perpustakaan bisa besar jika ke depannya anda ingin menambah koleksi buku anda.

Tapi jika anda tidak punya cukup ruang, anda dapat menggabungkan perpustakaan dengan ruang-ruang yang sudah ada. Misalnya adalah ruang kerja, kamar tidur, ruang keluarga dan sebagainya. Hindari penggabungan dengan ruang-ruang seperti dapur dan kamar mandi. 

Untuk menghemat ruang anda juga dapat memanfaatkan ruang dibawah tangga. Dengan space yang tersisa anda dapat menyulap ruang kosong yang negatif menjadi perpustkaan mini dan indah. Hal ini berlaku disetiap jenis-jenis tangga rumah modern dan minimalis jika memiliki ruang kosong dibawahnya.

Anda juga dapat memanfaatkan lorong rumah sebagai perpustkaan. Desain rak buku yang meninggi keatas sejajar dengan tinggi dinding akan sangat cocok dan indah jika dipandang.

3. Pemilihan Rak Buku

Pastikan anda tidak salah memilih rak buku. Carilah rak buku yang kuat dan menonjolkan buku-buku itu sendiri. Mengapa tidak menggunakan lemari? Sebenarnya tidak ada salahnya menggunakan lemari. Tetapi, jika anda mempunyai ruang yang kecil, lemari akan memakan luasan lebih banyak. Selain itu, penyimpanan buku di dalam lemari tidak praktis dan harganya cukup mahal. Jika anda perhatikan, di tempat-tempat seperti perpustakaan umum atau pun sekolah, mereka biasa menggunakan rak untuk menyimpan buku karena lebih praktis. Oleh karena itu, sarannya adalah anda juga menggunakan rak. Anda dapat memilih tipe rak yang vertikal untuk penampungan yang lebih banyak.

4. Kekuatan Lantai

Tidak hanya kekuatan rak buku, tapi kekuatan lantai juga penting. Lantai haruslah kuat menopang beban rak yang berisikan buku-buku. Hal ini untuk mencegah kerusakan pada lantai dan keretakkan. Jika rumah anda bertingkat, idealnya perpustakaan diletakkan di lantai pertama rumah. Untuk pengembangan lebih lanjut, anda dapat berkonsultasi dengan pakar dan ahlinya. Pastikan juga pola lantai anda sesuai dengan keseluruhan ruangan.

5. Pencahayaan Ruangan & Ventilasi Udara

Cahaya adalah sahabat utama dalam membaca buku. Pilihlah lokasi perpustakaan yang mendapatkan cukup banyak pencahayaan. Di siang hari mungkin tidak akan menjadi masalah karena mendapat bantuan cahaya dari sinar matahari. Namun, jika malam hari sumber cahaya hanya bergantung pada lampu ruangan.  Untuk memperindah ruangan anda dapat memilih tipe/jenis lampu yang unik dan menarik untuk menambah daya tarik ruang.

Selain pencahayaan, ventilasi udara juga penting. Fungi ventilasi rumah sebagai kesehatan penghuninya juga sebagai penghawaan. Selain itu, anda tentunya tidak ingin buku anda menjadi lembab dan pengap. Akan semakin indah jika perpustakaan memiliki jendela yang menghadap ke panorama taman rumah anda.

6. Furniture Tambahan

Agar ruangan tidak membosankan dan anak-anak anda betah di perpustakaan, anda dapat mempercantik ruangan dengan menambah beberapa furniture tambahan. Misalnya adalah meja atau kursi sebagai tempat membaca yang tentunya disesuaikan kembali dengan kebutuhan anda. Atau juga dengan tips memilih sofa yang awet dan nyaman.

7. Warna Ruangan

Warna ruangan penting untuk menambah daya tarik. Anda dapat mengecat dinding perpustakaan dengan warna favorit anda supaya lebih menarik. Jika anda tidak ingin permainan warna, anda dapat menggunakan alternatif wallpaper dinding sebagai solusinya. Sebaiknya, dinding ruangan tidak terlalu menonjol dan soft supaya tidak terlalu kontras dengan buku-buku yang ada. Hal ini memberikan kesan tenang supaya pengguna semakin nyaman dan betah.

8. Penataan Buku

Untuk penataan buku, anda dapat menggunakan pola kecil ke besar supaya terlihat lebih rapih. Atau juga anda dapat mengelompokkan buku-buku anda berdasarkan alfabet judul buku atau tema buku. Anda juga bisa memilih gaya abstrak atau random. Semuanya tergantung kepada selera dan kemudahan anda.

Demikianlah tips cara membuat perpustakaan pribadi di rumah. Tidak sulit bukan? Asalkan ada keinginan dan kemauan, anda dapat menciptakannya dirumah. Selamat mencoba!

[Source Rumahlia.com with Posted by Aldiripani.com]

Intel Core dan Keluarganya

Intel Core dan KeluarganyaCore merupakan merek Dagang Intel untuk arsitektur baru Prosesornya yang mengacu kepada teknologi prosesor komputer dimana ada 2 “inti” didalam satu packaging, sehingga ada 2 prosesor di atas satu chip.


Pengertian Intel Core i3, i5, i7

Intel dalam beberapa waktu lalu telah merilis processor terbarunya yaitu Intel core i7, kemudian disusul i5 dan i3, yang perlu diperhatikan adalah, bahwa intel tidak akan mengeluarkan lagi brand brand core 2 duo dan core 2 quad, sedangkan brand pentium dan celeron bakal dipertahankan, sedangkan brand centrino akan intel pakai pada produknya yang berbasis wifi dan wimax.

Perbedaan antar Intel Core Duo dan Intel Core i

Intel Core Duo 

Teknologi "Core" dengan "Core 2" berbeda jauh sekali, terutama dengan adanya dukungan komputasi[kekuatan 2 inti] 64-bit di Core 2, Makanya harga antara keduanya dapat berbeda cukup jauh. 

Berikut pembagian Kelas dari Core Duo :

  1. "Core Duo" berarti prosesor berarsitektur "Core" dengan 2 inti.
  2. "Core 2 Duo" berarti prosesor berarsitektur "Core 2" dengan 2 inti.
  3. "Core 2 Quad" berarti prosesor berarsitektur "Core 2" dengan 4 inti.


Note : Karena harga antara keduanya beda cukup jauh. Jika hendak membeli, disarankan untuk membeli "Core 2" atau teknologi "Phenom" dari AMD karena cepat atau lambat semua akan bermigrasi ke sistem 64-bit.

Intel Core i

Merupakan keluaran terbaru dari Intel, terdiri dari 3 jenis, yaitu : 

  1. i7 = codename Bloomfield
  2. i5 = codename Lynnfield
  3. i3 = codename Arrandale/clarksfield

Perbedaan dari ketiga produk barunya tersebut? 

Intinya core i3 ditujukan buat Entry Level, core i5 buat mid level, kalau core i7 buat High Level. 

Terus ketiganya bakal ditanam di dekstop maupun notebook. Selain itu, core i5 dan i7 mengadopsi fitur “Intel Turbo Mode Technology” dimana fitur ini akan mematikan core yang tidak dipakai ketika memproses aplikasi yang hanya membutuhkan single thread, ketika memproses aplikasi single thread, processor akan mengoverclock aliran thread data yang berjalan di atasnya sehingga pemrosesan lebih cepat, sedangkan jika memproses aplikasi yang BUKAN single thread, core tersebut akan hidup kembali.

Update Core

Intel mengeluarkan Prosesor generasi terbaru yaitu Intel i9 “code name GULFTOWN” [analogi dari i7 + 2, dengan 6 core fisik, sehingga dengan begitu total thread count dapat mencapai 12 thread paralel] dengan 12 MB L3, Rilis pertengahan 2010.

Intel Atom

Intel Atom adalah prosesor ultra low power baru dari Intel dengan kode produksi Diamondville, merupakan prosesor paling hemat energi saat ini untuk PC desktop, prosesor ini hanya membutuhkan daya sebesar 1 - 2,5 Watt atau hanya sekitar 3% dari daya yang dibutuhkan oleh Prosesor Intel Core 2 Duo (65 Watt), namun dapat memberikan kemampuan desktop PC X86 seutuhnya, untuk menggenjot fungsi multimedia.

Intel Atom dilengkapi dengan dukungan Streaming SIMD Extensions 3 (SSE3). Prosesor Intel atom diproduksi dengan teknolgi 45nm, dengan 47juta transistor didalamnya dan ukuran fisik kurang dari 26mm persegi, merupakan prosesor Intel terkecil saat ini.

PC desktop berbasis Intel ATOM diberi istilah NETTOP yang dapat diartikan sebagai PC yang “low–cost”. "Bukan hanya dari sisi harga yang terjangkau, lebih dari itu sebenarnya Intel telah memulai era hemat energi pada dunia komputer khususnya desktop PC sehingga pengertian low-cost akan mencapai pada biaya pemakaian harian.

PC Hybrid Grand SC530 yang berbasis ATOM cocok untuk semua kalangan, mulai dari siswa yang baru mulai belajar menggunakan komputer sampai dengan professional dikantor, ketika di test, PC Hybrid Grand SC530 ternyata sangat responsif menjalankan aplikasi office (internet, pengetikan, kalkulasi, tabulasi dan presentasi), serta memadai pada fungsi multimedia seperti memutar musik dan video.

[Source Ardee-gamer.blogspot.com with Posted by Aldiripani.com]

Akhlak Mulia dan Tutur Kata yang Baik

Akhlak Mulia dan Tutur Kata yang Baik - Ada lagi satu amalan yang berpahala besar dan berat dalam timbangan. Apa itu? Yaitu akhlak mulia dan berkata yang baik.


Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ شَىْءٍ يُوضَعُ فِى الْمِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الْخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلاَةِ

“Tidak ada sesuatu amalan yang jika diletakkan dalam timbangan lebih berat dari akhlaq yang mulia. Sesungguhnya orang yang berakhlaq mulia bisa menggapai derajat orang yang rajin puasa dan rajin shalat.” (HR. Tirmidzi no. 2134. Syaikh Al-Abani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih Al Jaami’ no. 5726.)

Dalam riwayat Tirmidzi—haditsnya dinyatakan hasan shahih—disebutkan pula hadits dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِي مِيْزَانِ المُؤْمِنِ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ حُسْنِ الخُلُقِ، وَإِنَّ اللهَ يُبْغِضُ الفَاحِشُ البَذِي

“Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat selain akhlaknya yang baik. Allah sangat membenci orang yang kata-katanya kasar dan kotor.”

Faedah hadits :

1. Contoh husnul khuluq atau berakhlak yang baik sebagaimana dikatakan oleh ‘Abdullah bin Al-Mubarak adalah: Senyum Manis, Melakukan yang Makruf (Kebajikan), Menghilangkan Gangguan.

2. Yang dimaksudkan dengan hadits di atas adalah yang berat pahalanya dalam mizan (Timbangan).

3. Allah mencintai dan meridhai orang yang berakhlak mulia.

4. Al-fahisy yang dimaksud dalam hadits adalah orang yang mengeluarkan perkataan yang tidak enak didengar atau perkataan yang tidak pantas. Al-badzi adalah orang yang berkata kotor. Jadi, orang yang bisa menjaga perkataannya adalah orang yang akan berat timbangannya.

5. Mizan (timbangan) amalan itu ada dan wajib diimani.


Referensi :

Al-Ajru Al-Kabir ‘ala Al-‘Amal Al-Yasir. Cetakan pertama, Tahun 1415 H. Muhammad Khair Ramdhan Yusuf. Penerbit Dar Ibnu Hazm. hlm. 76.

[Source Rumaysho.com with Posted by Aldiripani.com]

Membahagiakan Kedua Orang Tua

Membahagiakan Kedua Orang Tua - Kita sebagai anak, bagaimana cara membahagiakan orang tua? Allah Perintahkan untuk Membahagiakan Orang Tua
Karena berbakti kepada orang tua berarti membahagiakan keduanya.


Allah Ta’ala berfirman,

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al-Isra’: 23)

Dalam beberapa ayat, Allah selalu menggandengkan amalan berbakti pada orang tua dengan mentauhidkan-Nya dan larangan berbuat syirik. Di antaranya disebutkan dalam ayat,

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Rabbmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa.” (QS. Al-An’am: 151)

Allah mengingatkan bagaimanakah jasa orang tua terutama ibu dalam membesarkan kita,

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.” (QS. Al-Ahqaf: 15)

Manfaat Berbakti kepada Kedua Orang Tua

1. Jalan Mudah Menuju Surga

Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ

“Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi, no. 1900; Ibnu Majah, no. 3663 dan Ahmad 6:445. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan.)

Dari Humaid, ia menyatakan, ketika ibunya Iyas bin Mu’awiyah itu meninggal dunia, Iyas menangis. Ada yang bertanya padanya, “Kenapa engkau menangis?” Ia menjawab,

كَانَ لِي بَابَانِ مَفْتُوْحَانِ إِلَى الجَنَّةِ وَأُغْلِقَ أَحَدُهُمَا

“Dahulu aku memiliki dua pintu yang terbuka menuju surga. Namun sekarang salah satunya telah tertutup.” (Al-Birr li Ibnil Jauzi, hlm. 56. Dinukil dari Kitab Min Akhbar As-Salaf Ash-Shalih, hlm. 398)

2. Dipanjangkan Umur dan Diberkahi Rezeki

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ وَأَنْ يُزَادَ لَهُ فِي رِزْقِهِ فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang suka untuk dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka berbaktilah kepada kedua orang tuanya dan jalinlah hubungan dengan kerabatnya (silaturahim).” (HR. Ahmad, 3:229; 3:266. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa hadits ini shahih, sanad hadits ini hasan dari jalur Maimun bin Sayah dan di bawahnya tsiqah.)

3. Mendapatkan Doa Baik Orang Tua

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ

“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian (safar) dan doa baik orang tua kepada anaknya.” (HR. Ibnu Majah, no. 3862. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan.)

Dosa Durhaka kepada Orang Tua

Abu Bakrah berkata,

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ؟) ثَلاَثًا، قَالُوْا : بَلىَ يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : ( الإِشْرَاكُ بِاللهِ وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ ) وَجَلَسَ وَكَانَ مُتَّكِئًا ( أَلاَ وَقَوْلُ الزُّوْرُ ) مَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتىَّ قُلْتُ لَيْتَهُ سَكَتَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kalian mau kuberitahu mengenai dosa yang paling besar?” Para sahabat menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.” Beliau lalu bersabda, “(Dosa terbesar adalah) mempersekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” Beliau mengucapkan hal itu sambil duduk bertelekan pada tangannya. (Tiba-tiba beliau menegakkan duduknya dan berkata), “Dan juga ucapan (sumpah) palsu.” Beliau mengulang-ulang perkataan itu sampai saya berkata (dalam hati), “Duhai, seandainya beliau diam.” (HR. Bukhari, no. 2654 dan Muslim, no. 87)

Abu Bakrah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوْبَةَ مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ مِنَ الْبَغِى وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ

”Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi para pelakunya [di dunia ini] -berikut dosa yang disimpan untuknya [diakhirat]- daripada perbuatan melampaui batas (kezhaliman) dan memutus silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Abu Daud, no. 4902; Tirmidzi, no. 2511; Ibnu Majah, no. 4211. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.)

Bagaimana Cara Membahagiakan Orang Tua?

Pertama: Menuruti Perintah Keduanya.

Dari Abdullah bin ’Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ وَ سَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, no. 2. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan jika sampai kepada sahabat [baca: mawquf], namun shahih jika sampai kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam [baca: marfu’]. Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 516.)

‘Atha’ pernah ditanya oleh seseorang yang ibunya meminta kepadanya untuk shalat wajib dan puasa Ramadhan saja (tidak ada amalan sunnah, pen.), apakah perlu dituruti. ‘Atha’ mengatakan, “Iya tetap dituruti perintahnya tersebut.” (Al-Birr li Ibnil Jauzi, hlm. 67. Dinukil dari Kitab Min Akhbar As-Salaf Ash-Shalih, hlm. 398)

Usamah bin Zaid, seorang sahabat yang dirinya dan orang tuanya disayangi oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bahwa ia memiliki seribu pohon kurma. Ia memang sengaja mempercantik atau merapikannya. Lalu ada yang berkata pada Usamah, kenapa bisa sampai lakukan seperti itu. Usamah menjawab bahwa ibunya sangat suka jika melihat keadaan kebun kurma itu indah, maka ia melakukannya. Apa saja hal dunia yang diminta oleh ibunya, ia pasti memenuhinya.  (Al-Birr li Ibnil Jauzi, hlm. 225. Dinukil dari Kitab Min Akhbar As-Salaf Ash-Shalih, hlm. 396)

Catatan: Namun ingat bukan taat dalam bermaksiat.

Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ طَاعَةَ فِى مَعْصِيَةٍ ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِى الْمَعْرُوفِ

“Tidak ada ketaatan dalam melakukan maksiat. Sesungguhnya ketaatan hanya dalam melakukan kebajikan.” (HR. Bukhari, no. 7257 dan Muslim, no. 1840)

Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوقٍ فِى مَعْصِيَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat pada Allah ‘azza wa jalla.” (HR. Ahmad, 1: 131. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim)

Perintah orang tua tetap diikuti selama bukan perintah bermaksiat sebagaimana disebutkan dalam hadits,

أَطِعْ أَبَاكَ مَا دَامَ حَيًّا وَلاَ تَعْصِهِ

“Taatilah ayahmu selama dia hidup dan selama tidak diperintahkan untuk bermaksiat.” (HR. Ahmad, 2:164. Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan.)

Kedua: Tidak Menyakiti Hati Orang Tua.

Imam Nawawi rahimahullah menerangkan bahwa ‘uququl walidain (durhaka kepada orang tua) adalah segala bentuk menyakiti keduanya. Taat kepada orang tua itu wajib dalam segala hal selain pada perkara maksiat. Menyelisihi perintah keduanya juga termasuk durhaka. Lihat Syarh Shahih Muslim, 2:77.

’Abdullah bin ’Umar radhiyallahu ’anhuma berkata,

إِبْكَاءُ الوَالِدَيْنِ مِنَ العُقُوْقِ

”Membuat orang tua menangis termasuk bentuk durhaka pada orang tua.” (Birr Al-Walidain, hlm. 8, Ibnul Jauziy)

Dari Thaisalah bin Mayyas , ia berkata,

كُنْتُ مَعَ النَّجَدَاتِ ، فَأَصَبْتُ ذَنُوْبًا لاَ أَرَاهَا إِلاَّ مِنَ الْكَبَائِرِ، فَذَكَرْتُ ذَالِكَ ِلابْنِ عُمَرَ. قاَلَ: مَا هِىَ؟ قلُتْ:ُ كَذَا وَكَذَا. قَالَ: لَيْسَتْ هَذِهِ مِنَ الْكَبَائِرِ، هُنَّ تِسْعٌ: اْلإِشْرَاكُ بِاللهِ، وَقَتْلُ نِسْمَةٍ، وَالْفِرَارُ مِنَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَةِ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيْمِ، وَإِلْحَادُ فِي الْمَسْجِدِ، وَالَّذِيْ يَسْتَسْخِرُ ، وَبُكَاءُ الْوَالِدَيْنِ مِنَ الْعُقُوْقِ، قاَلَ: لِي ابْنُ عُمَرَ: أَتَفَرَّقُ النَّارَ ، وَتُحِبُّ أَنْ تَدْخُلَ الْجَنَّةَ؟ قُلْتُ: إِيْ، وَاللهِ! قَالَ: أَحَيٌّ وَالِدَاكَ؟ قُلْتُ: عِنْدِيْ أُمِّىْ. قَالَ: فَوَاللهِ! لَوْ أَلَنْتَ لَهَا الْكَلاَمَ، وَأَطْعَمْتَهَا الطَّعَامَ، لَتَدْخُلَنَّ الْجَنَّةَ مَا اجْتَنَبْتَ الْكَبَائِرَ.

“Ketika tinggal bersama An-Najdaat, saya melakukan perbuatan dosa yang saya anggap termasuk dosa besar. Kemudian saya ceritakan hal itu kepada ‘Abdullah bin ‘Umar. Beliau lalu bertanya, ”Perbuatan apa yang telah engkau lakukan?” ”Saya pun menceritakan perbuatan itu.” Beliau menjawab, “Hal itu tidaklah termasuk dosa besar. Dosa besar itu ada sembilan, yaitu mempersekutukan Allah, membunuh orang, lari dari pertempuran, memfitnah seorang wanita mukminah (dengan tuduhan berzina), memakan riba’, memakan harta anak yatim, berbuat maksiat di dalam masjid, menghina, dan menyebabkan tangisnya kedua orang tua karena durhaka kepada keduanya.” Ibnu Umar lalu bertanya, “Apakah engkau takut masuk neraka dan ingin masuk surga?” ”Ya, saya ingin”, jawabku. Beliau bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” “Saya masih memiliki seorang ibu”, jawabku. Beliau berkata, “Demi Allah, sekiranya engkau berlemah lembut dalam bertutur kepadanya dan memasakkan makanan baginya, sungguh engkau akan masuk surga selama engkau menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 8, shahih. Lihat Ash-Shahihah, 2898.)

Ketiga: Berakhlak Mulia di Hadapan Keduanya.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- يَسْتَأْذِنُهُ فِى الْجِهَادِ فَقَالَ « أَحَىٌّ وَالِدَاكَ ». قَالَ نَعَمْ. قَالَ « فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ »

“Ada seseorang yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia ingin meminta izin untuk berjihad. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bertanya, ‘Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ Ia jawab, ‘Iya masih.’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, ‘Berjihadlah dengan berbakti kepada keduanya.’” (HR. Muslim, no. 2549)

Dalam riwayat Muslim lainnya disebutkan,

فَارْجِعْ إِلَى وَالِدَيْكَ فَأَحْسِنْ صُحْبَتَهُمَا

“Kembalilah kepada kedua orang tuamu, berbuat baiklah kepada keduanya.” (HR. Muslim, no. 2549)

Imam Nawawi rahimahullah menerangkan bahwa ini semua adalah dalil agungnya keutamaan berbakti kepada kedua orang tua. Berbakti kepada kedua orang tua lebih utama dibandingkan jihad. Ini jadi dalil—sebagaimana kata Imam Nawawi rahimahullah­—bahwa tidak boleh seseorang pergi berjihad kecuali setelah mendapatkan izin keduanya jika keduanya muslim atau salah satunya muslim. Sedangkan jika kedua orang tuanya musyrik, menurut ulama Syafi’i tidak disyaratkan untuk meminta izin. Demikian penjelasan dalam Syarh Shahih Muslim, 16:95.

Dari Urwah atau selainnya, ia menceritakan bahwa Abu Hurairah pernah melihat dua orang. Lalu beliau berkata kepada salah satunya,

مَا هَذَا مِنْكَ ؟ فَقَالَ: أَبِي. فَقالَ: ” لاَ تُسَمِّهِ بِاسْمِهِ، وَلاَ تَمْشِ أَمَامَهُ، وَلاَ تَجْلِسْ قَبْلَهُ

“Apa hubungan dia denganmu?” Orang itu menjawab, ”Dia ayahku.” Abu Hurairah lalu berkata, “Janganlah engkau memanggil ayahmu dengan namanya saja, janganlah berjalan di hadapannya dan janganlah duduk sebelum ia duduk.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod, no. 44. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih secara sanad.)

Keempat: Mendahulukan Perintah Keduanya dari Perkara Sunnah.

Sebagaimana pelajaran mengenai hal ini terdapat dalam kisah Juraij yang didoakan jelek oleh ibunya karena lebih mendahulukan shalat sunnahnya dibanding panggilan ibunya yang memanggilnya tiga kali.

Kelima: Membahagiakannya Keduanya Ketika Mereka Telah Tiada.

Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi, ia berkata,

بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِى سَلِمَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِىَ مِنْ بِرِّ أَبَوَىَّ شَىْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ « نَعَمِ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا ».

“Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya (masih tetap ada bentuk berbakti pada keduanya, pen.). (Bentuknya adalah) mendoakan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya.” (HR. Abu Daud, no. 5142 dan Ibnu Majah, no. 3664. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban, Al-Hakim, juga disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.)

Semoga kita menjadi anak yang berbakti pada orang tua kita. Wallahu waliyyut taufiq.

[Source Rumaysho.com with Posted by Aldiripani.com]

7 Cara Menghadapi Ujian Hidup dengan Tenang

7 Cara Menghadapi Ujian Hidup dengan Tenang - Apapun perkara yang menimpa diri kita, InsyaAllah akan menjadi kebaikan kalau dihadapi dengan keyakinan kepada Allah dan disikapi dengan Positif.


Dimasa ini, terasa betapa kehidupan adalah sangat berat karena kita sudah memasuki fase Akhir Zaman.

Maka dari itu janganlah membuang-buang waktu untuk yang tidak ada manfaatnya, karena setiap detik umur terus berkurang, jika diwaktu kita melakukan hal yang tidak bermanfaat itu, nyawa kita dicabut, maka hanyalah penyesalan yang akan didapat itu PASTI!.

Untuk menghadapi ujian dan cobaan hidup dalam Islam. Tips untuk menghadapi ujian hidup yang dianjurkan oleh agama Islam. Sebenarnya, paling tidak, ada tujuh tips untuk  menghadapi berbagai ujian hidup, yaitu :

Pertama, yakinlah bahwa ujian itu merupakan ekspresi cinta Allah pada hamba-Nya.

Allah Ta’ala memberikan cobaan agar kita menjadi lebih dewasa dan matang dalam mengarungi kehidupan. Abu Hurairah Radhiallahu'anhu. berkata, bahawa Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik maka dia akan diberi-Nya cobaan.” (H.R.Bukhari).

Kedua, yakinlah bahwa semakin besar dan banyak cobaan yang Allah turunkan kepada kita, makin besar pula pahala dan sayang Allah yang akan dilimpahkan kepada kita. Dengan syarat, kita dapat menyelesaikan setiap ujian hidup itu secara baik dan bersabar.

Anas Radhiallahu'anhu. berkata: Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam. bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah Ta’ala itu mencintai suatu kaum maka Dia mengujinya. Barang siapa yang rela menerimanya, dia mendapat keridhoan Allah, dan barang siapa yang murka, maka dia pun mendapat kemurkaan Allah” (H.R.Tirmidzi)

Ketiga, yakinlah bahwa ujian itu akan menghapuskan dosa-dosa yang lalu. 

Abu Said dan Abu Hurairah Radhiallahu'anhu. meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam. bersabda: “Seorang muslim yang ditimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya (H.R. Bukhari dan Muslim).

Keempat, selalulah untuk berfikir positif bahwa apapun yang menimpa diri kita akan menjadi kebaikan.

Abu Yahya Shuhaib bin Sinan Radhiallahu'anhu. berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: “Sungguh menakjubkan sikap seorang mukmin itu, segala keadaan dianggapnya baik dan hal ini tidak akan terjadi kecuali bagi seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka itu lebih baik baginya, dan apabila ditimpa penderitaan, dia bersabar, maka itu lebih baik baginya.”(H.R.Muslim).

Kelima, yakinlah bahwa setelah kita ditimpa kesulitan, maka akan ada kemudahan. 

Fakta menunjukkan bahwa kenyamanan sering muncul ketika kita berada di puncak kesulitan. Contohnya, ketika kita menerima kesulitan maka kita beribadah akan terasa nikmat dan khusyuk . Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Surah Ash-Sharh 94: 5- 6)

Keenam, selalu optimis bahwa kita bisa menyelesaikan setiap ujian hidup yang Allah berikan, karena Allah tidak akan memberikan ujian hidup di luar kemampuan hamba-Nya. 

Optimis dapat  melahirkan tenaga yang tersembunyi dalam diri kita, kerana itu optimis bisa menjadi bahan bakar untuk menyelesaikan segala persoalan.

Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupan hambanya. Dia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan dia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (Q.S. Al-Baqarah 2 : 286).

Ketujuh, menghadapi ujian hidup dengan usaha dan doa. Kerahkan segala ikhtiar/usaha untuk menyelesaikan ujian hidup dan follow-up/diikuti usaha itu dengan doa.

Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap” (Q.S. Surah Ash-Sharh 94 : 7 – 8). Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan doamu.” (Q.S. Al-Mu’min 40: 60).

Tambahan :

"Dan Yakinlah Jika Ujian yang diberikan Allah kepada kita itu karena hanya kita saja yang bisa menyelesaikannya itulah tanda Cinta Allah kepada kita"

Itulah beberapa tips untuk menghadapi berbagai ujian hidup.

Apapun perkara yang menimpa diri kita, InsyaAllah ia akan menjadi kebaikan kalau dihadapi dengan sikap positif, optimis, ikhtiar yang maksimum dan diikuti dengan doa.

Sesungguhnya pertolongan Allah akan turun kalau kita berada dipuncak ujian. Untuk itu, jadikanlah ujian hidup sebagai tangga untuk meraih pertolongan Allah Ta’ala.

Hanya Allah yang Maha Mengetahui.

[Source Akuislam.com with Editing and Posted by Aldiripani.com]

Bukan Sekedar Pakaian

Bukan Sekedar Pakaian - Apakah kita pernah menceritakan sesuatu yang tidak mengenakkan tentang isteri atau suami kita kepada orang lain? Sesuatu yang seandainya di dengar oleh pasangan kita tersebut akan membuat dia marah? Pastilah yang kita sebut itu adalah kekurangan yang terdapat dalam diri pasangan kita. 


Allah memberikan perumpamaan yang sangat sederhana untuk kita mengerti tentang hakikat hubungan antara suami dan isteri. Suami isteri layaknya sebuah pakaian satu terhadap lainnya. Suami adalah pakaian untuk sang isteri, begitu pula sebaliknya isteri adalah pakaian bagi sang suami. Itulah yang Allah tegaskan di dalam surat Al Baqorah ayat 187 :

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. (QS 2:187)

Apa Gunanya Pakaian yang Kita Pakai ?

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat. (Al-Araaf : 26)

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّمَّا خَلَقَ ظِلَالًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ الْجِبَالِ أَكْنَانًا وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ وَسَرَابِيلَ تَقِيكُم بَأْسَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ

Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya). (An-Nahl : 81)

Secara fisik pakaian yang kita pakai memberikan beberapa fungsi buat kita. Untuk menutup aurat, menjadikan penampilan kita menarik dan indah serta melindungi kita dari terpaan udara luar yang secara langsung mengenai tubuh kita baik panas mau pun dingin. Kalau kita dan pasangan kita di ibaratkan pakaian oleh Allah Subhanawata’ala, lantas pertanyaan besar buat kita berikutnya adalah 

Apakah semua fungsi itu sudah kita lakukan terhadap pasangan kita ?

Apakah sebagai suami atau pun isteri, kita sudah berupaya menutupi berbagai cacat atau kekurangan pasangan kita terhadap orang lain? Apakah kita sudah menjadikan sosok pasangan kita menjadi sesuatu yang indah di mata orang lain? Atau apakah kita sudah memfungsikan diri menjadi pelindung bagi pasangan kita ?

Aisyah radhiallahu‘anha bertutur,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا ذَكَرَ خَدِيجَةَ أَثْنَى عَلَيْهَا فَأَحْسَنَ الثَّنَاءَ قَالَتْ فَغِرْتُ يَوْمًا فَقُلْتُ مَا أَكْثَرَ مَا تَذْكُرُهَا حَمْرَاءَ الشِّدْقِ قَدْ أَبْدَلَكَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهَا خَيْرًا مِنْهَا قَالَ مَا أَبْدَلَنِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرًا مِنْهَا قَدْ آمَنَتْ بِي إِذْ كَفَرَ بِي النَّاسُ وَصَدَّقَتْنِي إِذْ كَذَّبَنِي النَّاسُ وَوَاسَتْنِي بِمَالِهَا إِذْ حَرَمَنِي النَّاسُ وَرَزَقَنِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَلَدَهَا إِذْ حَرَمَنِي أَوْلَادَ النِّسَاءِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika menyebut tentang Khadijah maka ia pun memujinya, dengan pujian yang sangat indah. Maka pada suatu hari aku pun cemburu, maka aku berkata, “Terlalu sering engkau menyebut-nyebutnya, ia seorang wanita yang sudah tua. Allah telah menggantikannya buatmu dengan wanita yang lebih baik darinya.” Maka Nabi berkata, “Allah tidak menggantikannya dengan seorang wanita pun yang lebih baik darinya. Ia telah beriman kepadaku tatkala orang-orang kafir kepadaku, ia telah membenarkan aku tatkala orang-orang mendustakan aku, ia telah membantuku dengan hartanya tatkala orang-orang menahan hartanya tidak membantuku, dan Allah telah menganugerahkan darinya anak-anak tatkala Allah tidak menganugerahkan kepadaku anak-anak dari wanita-wanita yang lain.” (HR. Ahmad)

Dari penuturan Ummul mukminin Aisyah Radhiallahu’anha tersebut apa yang kita rasakan? Sebuah sikap yang luar biasa dari suami terbaik di semesta alam ini. Bahkan ketika Khadijah sudah tidak lagi hadir dalam kehidupan Rasulullah, kita bisa merasakan begitu dalamnya cinta Rasul terhadap Khadijah. Seolah kita pun bisa merasakan keindahan diri seorang Khadijah hadir dalam ucapan itu. Betapa semua fungsi pakaian yang Allah sebutkan hadir dalam diri Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam terhadap Khadijah, begitu pula sebaliknya. Padahal Aisyah pun isteri yang sangat di cintai Rasulullah, bukankah Rasul bisa saja mengiyakan ucapan Aisyah untuk sekedar menggembirakan hatinya?  Tapi tidak, karena Khadijah adalah pakaian terindah dan terbaik yang pernah Rasulullah miliki. Pakaian yang tidak sekedar menutupi, memperindah dan melindungi dirinya. Tapi sebuah pakaian yang mengiringinya dalam setiap langkah ketakwaan kepada Allah. Khadijahlah orang yang pertama sekali beriman di saat semua orang kufur , dialah yang membenarkan setiap perkataan Rasul di saat semua orang mendustakannya, untuk setiap kebenaran yang Rasulullah bawa, Khadijah pun ikut berjuang dengan hartanya. Karena Khadijah tahu persis pribadi yang menjadi pakaian untuk dirinya adalah orang dengan akhlak yang sangat mulia. Lihatlah penilaian Khadijah terhadap Rasulullah sesaat setelah Rasulullah menerima wahyu pertama yang sangat mengagetkan dirinya. Saat itu Rasulullah dalam keadaan sangat cemas. Dan minta agar dirinya di selimuti. Rasulullah berkata :

لَقَدْ خَشِيتُ عَلَى نَفْسِى

Sungguh aku cemas atas diriku sendiri

كَلاَّ وَاللَّهِ مَا يُخْزِيكَ اللَّهُ أَبَدًا ، إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ ، وَتَحْمِلُ الْكَلَّ ، وَتَكْسِبُ الْمَعْدُومَ ، وَتَقْرِى الضَّيْفَ ، وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ

“Jangan takut, demi Allah, Tuhan tidak akan membinasakan engkau. Engkau selalu menyambung tali persaudaraan, membantu orang yang sengsara, mengusahakan barang keperluan yang belum ada, memuliakan tamu, menolong orang yang kesusahan karena menegakkan kebenaran.”

Mungkin kita belum bisa memberikan yang terbaik buat pasangan kita. Belum bisa mengatur nafas rumah tangga kita dalam nafas ketakwaan. Tapi paling tidak, kita sudah harus mulai belajar untuk menjadi pakaian terbaik buat pasangan kita. Pakaian yang menutupi dirinya agar aurat atau hal-hal yang tidak di sukainya, tidak di ketahui oleh orang lain. Menjadikan diri pasangan kita terlihat indah serta melindungi dirinya dari segala sesuatu yang dapat melukai hati dan perasaannya. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahanNya dalam setiap kebaikan dan keburukan yang menerpa. Dan semoga Allah mengumpulkan kita semua dalam rumah tangga yang senantiasa di liputi oleh kebaikan.

[Source Parentingnabawiyah.com with Posted by Aldiripani.com]